Hacked by IndoXploit
Kepala Dishutbun

Ir. H. Djoenedi Fatchurahman, M.Si
Gallery
January 2018
M T W T F S S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
  • 0
  • 11
  • 59
  • 222
  • 727
  • 76,702
  • 162,310

KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI

Keanekaragaman hayati lokal Kabupaten Kebumen selama ini belum mendapat perhatian, bahkan cenderung terabaikan, meskipun beberapa diantaranya menjadi bagian dari isu nasional terkait dengan aspek konservasinya. Di tingkat spesies habitat alami Kebumen memiliki beberapa spesies yang menjadi isu nasional karena kelangkaannya, seperti: penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang/abu-abu (Lepidochelys olivacea), alap-alap sapi (Falco moluccensis), elang hitam (Ictinaetus malayensis) dan beberapa spesies lainnya yang dilindungi menurut PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Sementara itu di tingkat ekosistem Kebumen mempunyai lahan basah laguna, sungai, danau, karst, dan hutan mangrove yang juga menjadi isu nasional. Alih-alih memperoleh perhatian, keberadaan keanekaragaman hayati justru menghadapi permasalahan yang serius berkenaan dengan rencana konversi atau alih fungsi peruntukan, pemanfaatan yang tidak memperhatikan aspek kelestarian serta ketidakjelasan status hukum kawasan dan rencana pengelolaannya. Hingga tahun 2014 ini keberadaan keanekaragaman hayati Kebumen tengah menghadapi dua ancaman konversi/alih fungsi peruntukan yang dilakukan oleh korporat besar. Kasus pertama, upaya alih fungsi ekosistem gumuk pasir (sand dunes) menjadi kawasan pertambangan pasir besi. Kedua, konversi Kawasan Lindung Karst Gombong Selatan menjadi kawasan industri pabrik semen. Degradasi keanekaragaman hayati juga tengah terjadi akibat pemanfaatan ilegal yang dilakukan oleh masyarakat, seperti: a) pembukaan areal tambak udang di sempadan pantai, b) penambangan batu kapur dan granit di ekosistem karst, serta 3) penambangan pasir pada eksosistem sungai. Sementara itu potensi kerusakan keanekaragaman hayati juga terlihat pada ekosistem hutan dataran rendah yang masih tersisa di Bulupitu, Desa Tunjungseto, Kabupaten Kebumen. Menyadari akan adanya kelemahan yang selama ini terjadi dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kebumen pada Tahun Anggaran 2014 mulai melakukan pembenahan demi menyelamatkan keberadaan kekayaan keanekaragaman hayati lokal Kebumen. Upaya pembenahan ini sekaligus sebagai bentuk penegasan komitmen Dinas untuk mengimplementasikan salah satu kebijakan prioritas yang digariskan oleh Kementerian Kehutanan. Kementerian Kehutanan sebagaimana tercantum dalam P.10 Menhut-II/2011 menetapkan 6 (enam) kebijakan pioritas pembangunan kehutanan untuk periode 2010-2014. Keenam kebijakan tersebut meliputi: (1) pemantapan kawasan, (2) rehabilitasi hutan dan peningkatan daya dukung daerah aliran sungai (DAS), (3) pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan, (4) konservasi keanekaragaman hayati, (5) revitalisasi pemanfaatan hutan dan industri kehutanan, dan (6) pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan program konservasi keanekaragaman hayati, antara lain:  Sosialisasi  Penyadaran  Inventarisasi  Pelatihan  Studi banding  Penyuluhan dan pendampingan  Penataan dan perbaikan habitat  Dll.

Pengukuran Calon Lokasi Petak Contoh Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem di Kawasan Sempadan Pantai Lembupurwo pada Bulan Juli 2014.

Pengukuran Calon Lokasi Petak Contoh Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem di Kawasan Sempadan Pantai Lembupurwo pada Bulan Juli 2014.

Pembuatan Bibit Untuk Pengayaan Habitat pada Petak Contoh Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem di Kawasan Sempadan Pantai Lembupurwo pada Bulan Agustus 2014.

Pembuatan Bibit Untuk Pengayaan Habitat pada Petak Contoh Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem di Kawasan Sempadan Pantai Lembupurwo pada Bulan Agustus 2014.

Penanaman Bibit Untuk Pengayaan Habitat pada Petak Contoh Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem di Kawasan Sempadan Pantai Lembupurwo pada Bulan Desember 2014.

Penanaman Bibit Untuk Pengayaan Habitat pada Petak Contoh Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem di Kawasan Sempadan Pantai Lembupurwo pada Bulan Desember 2014.