Hacked by IndoXploit
Kepala Dishutbun

Ir. H. Djoenedi Fatchurahman, M.Si
Gallery
January 2018
M T W T F S S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
  • 0
  • 11
  • 59
  • 222
  • 727
  • 76,702
  • 162,310

Usaha Kehutanan

PENGEMBANGAN HASIL HUTAN BUKA KAYU (HHBK):
LEBAH MADU LOKAL (Apis cerana)
Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu merupakan salah satu program pembangunan kehutanan pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kebumen yang direalisasikan pada Tahun Anggaran 2014. Program yang digagas oleh Bidang Produksi dan Pengembangan Usaha Kehutanan ini merupakan implementasi dari kebijakan pembangunan kehutanan di tingkat pusat. Kebijakan yang dimaksud sebagaimana tertuang dalam produk hukum berikut:

 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu;
 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.19/Menhut-II/2009 tentang Strategi Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Nasional;
 Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.21/Menhut-II/2009 tentang Kriteria dan Indikator Penetapan Jenis Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan;
 Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial Nomor: P.1/V-Set/2014 tentang Pedoman Teknis Pembentukan Sentra Hasil Hutan Bukan Kayu Unggulan.
Mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial, Hasil Hutan Bukan Kayu atau disingkat HHBK didefinisikan sebagai hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidaya kecuali kayu yang berasal dari ekosistem hutan. Di Kabupaten Kebumen sendiri berdasarkan hasil identifikasi Tim Pelaksana Kegiatan Pengembangan HHBK, dibentuk berdasarkan SK Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kebumen No. 522.4/15.1/KEP/II/2014, terdapat lebih dari 20 jenis flora fauna yang berpotensi untuk masuk dalam daftar HHBK. Di antara jenis-jenis yang ada tersebut hanya beberapa jenis yang memiliki potensi untuk dijadikan sebagai HHBK Unggulan, yaitu: pandan (Pandanus tectorius), lebah madu lokal (Apis cerana), bambu (Bambusa spp., Gigantochloa spp., Dendrocalamus spp.) dan jenitri (Elaeocarpus ganitrus).
Lebah madu merupakan sumber daya lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai HHBK. Ketersediaan koloni lebah di habitat alami baik di kawasan pesisir maupun di kawasan perbukitan cukup melimpah. Keberadaan tanaman pangan, perkebunan dan kehutanan yang luas dan berkesinambungan di kawasan tersebut menjadikannya ideal bagi perkembangan koloni. Ketersediaan sumber nektar dan polen bagi lebah berlangsung hampir sepanjang tahun. Namun demikian potensi berupa ketersediaan koloni yang cukup besar ini masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai sumber pendapatan. Untuk itu Dinas Kehutanan dan Perkebunan berusaha untuk mengembangkan lebah madu loakl sebagai komoditas unggulan Kabupaten Kebumen melalui Program Pengembangan HHBK Lebah Madu Lokal. Program ini direncanakan untuk dilaksanakan secara berkesinambungan melalui berbagai kegiatan, antara lain:
 Sosialisasi
 Pelatihan
 Studi banding
 Penyediaan sarana prasarana budidaya
 Penyuluhan dan pendampingan
 Temu usaha
 Kerjasama dengan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM)
 Pembentukan wadah antar peternak lebah
foto 1

Widya Wisata ke Peternakan Lebah Madu Lokal di Jeruklegi, Cilacap, Bersama Dengan PKSM (Partner Dalam Pengembangan Kegiatan Perlebahan) pada Bulan Februari 2014.

foto2

Widya Wisata ke Peternakan Lebah Madu Lokal di Ngablak, Magelang, Bersama Dengan PKSM (Partner Dalam Pengembangan Kegiatan Perlebahan) pada Bulan April 2014.

foto 3

Konsultasi ke PKSM Lebah Madu di Ngaliyan, Semarang, Bersama Dengan PKSM (Partner Dalam Pengembangan Kegiatan Perlebahan) pada Bulan April 2014.

foto 4

Sosialisasi Pengembangan Lebah Madu Lokal di Pucangan, Sadang, Bersama Dengan PKSM pada Bulan April 2014.

foto 5

Sosialisasi Pengembangan Lebah Madu Lokal di Wonosari, Sadang, Bersama Dengan PKSM pada Bulan April 2014.

foto 6

Fasilitasi Kelompok Calon Penerima Kegiatan Perlebahan ber-Widya Wisata ke Peternakan Lebah Madu Lokal di Ngablak, Magelang pada bulan April 2014.

foto 7

Serah Terima Stup Lebah Madu Lokal kepada Kelompok Peternak Lebah di Kedunggong, Sadang pada Bulan Agustus 2014.

foto8

Pembelian Ekstraktor Madu Lebah Lokal di Pusat Perlebahan Gringsing, Kendal untuk Dihibahkan ke Kelompok Peternak Lebah.

foto9

Bimbingan Teknis Bagi Kelompok Peternak Lebah di Lokasi Budidaya Lebah Milik PKSM di Kalirancang, Alian pada Bulan September 2014.

foto10

Bimbingan Teknis Bagi Kelompok Peternak Lebah di Pengempon, Sruweng pada Bulan September 2014.

foto11

Bimbingan Teknis Bagi Kelompok Peternak Lebah di Donosari, Sruweng pada Bulan September 2014.